SI TERINDAH
Sistem Informasi Data Riset & Inovasi Daerah

Nama Inovasi

Ilmuwan Muda Papua (IdA PAPUA)

Inventor

OPD (Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat)

Urusan inovasi Daerah

  1. Pendidikan
  2. Penelitian dan Pengembangan

Waktu Uji Coba Inovasi Daerah

Rancang bangun dan pokok perubahan yang dilakukan

Papua Barat sebagai salah satu daerah otonomi khusus dengan luas hutan mencapai 8 (delapan) juta Ha telah memberikan peluang tersendiri bagi daerah untuk mengambil kebijakan dalam pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam dan seluruh potensi alam yang dimilikinya demi kemajuan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat sesuai dengan kearifan dan nilai – nilai sosial budaya masyarakat adat setempat.

Di sisi lain, tekanan terhadap kekayaan alam /keanekaragaman hayati dan potensi alam yang disebabkan oleh pertambahan penduduk, kebutuhan pembangunan infrastruktur, pemekaran daerah otonom baru dan pengembangan perkebunan/kehutanan yang tidak berkelanjutan serta ditambah pula dengan rendahnya interfensi ilimiah dalam bentuk penelitian dan riset terhadap potensi alam dan keanekaragaman hayati di Tanah Papua telah menjadi ancaman tersendiri terhadap deforestasi dan kepunahan ekosistem (kepunahan habitat, kepunahan spesies dan kepunahan genetic) yang mana keanekaragaman hayati/ekosistem tersebut memiliki daya dukung dan daya guna yang dapat dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat akan tetapi telah terdeforestrasi sebelum di ketahui data/informasi ilmiahnya.

Potensi dan ancaman tersebut telah mendorong pemerintah daerah, mitra dan masyarakat untuk segera melakukan langkah – langkah terobosan untuk mempersiapkan generasi muda papua yang handal, cakap dan memiliki kepakaran/keilmuwan di bidang ekologi, social dan ekonomi agar selanjutnya mereka mampu untuk melakukan penelitian/riset atau aktivitas kelitbangan lainnya untuk kemudian dapat mengungkapkan rahasia ilmiah di balik kekayaan alam Tanah Papua yang sangat tinggi tersebut demi kemajuan daerah, ekonomi masyarakat dan secara khususpenelitian.

Selain itu juga Penelitian dan riset sebagai kegiatan ilmiah sangat penting untuk mendukung perumusan kebijakan dan advokasi di berbagai sektor, serta program pengembangan masyarakat. Di lain pihak, masyarakat Tanah Papua khususnya pemuda-pemudinya masih sedikit yang memiliki ketertarikan untuk melakukan penelitian-penelitian yang dibutuhkan dimana hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lokal dan pengambilan keputusan.

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut diatas, Yayasan EcoNusa bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat meluncurkan inovasi pengembangan SDM Muda Papua melalui program  Ilmuwan Muda Papua.

Inovasi ini diawali dengan pertemuan antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat dan CEO Yayasan EcoNusa diawal Tahun 2020 di Jakarta yang mana pada pertemuan itu terjadi komitmen Bersama untuk mendorong suatu inovasi pengembangan kapasitas dan kapabilitas generasi muda Papua di bidang penelitian dan riset yang mana tema besar penyelenggaraan inovasi Ilmuwan Muda Papua (IMP) Tahun 2020 adalah pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua dengan Sub Tema Ekologi, Sosial dan Ekonomi. Selanjutnya ide cemerlang dan kesepakatan Bersama ini dilandaskan dalam suatu Kerjasama yang ditandatangani oleh antara kedua belah pihak sebagai bentuk implementasi Balitbangda Prov. Papua Barat sebagai koordinator mitra pembangunan di Provinsi Papua Barat.

Pelaksanaan inovasi ini diawali dengan sosialisasi secara online kepada beberapa Perguruan Tinggi di Tanah Papua yang memiliki kejuruan sesuai tema dan sub tema program yang kemudian diikuti dengan tahapan pendaftaran peserta, penjaringan proposal sesuai sesuai tema/sub tema, seleksi, wawancara, bootcamp (pembekalan ilmiah), pendanaan dan seminar hasil penelitian serta publikasi.

Target peserta Inovasi Program Ilmuwan Muda Papua (IMP) terhadap para mahasiswa /i Papua tingkat akhir (dalam tahap penyusunan proposal skripsi) yang sedang menuntut ilmu di berbagai Perguruan Tinggi Negri dan Swasta Tanah Papua, antara lain Universitas Sains dan teknologi Jayapura, universitas Ottow Geisler, Universitas Musamus, Universitas Muhammadiyah Sorong, Universitas Cenderawasih, Universitas Papua.

Inovasi ini telah memicu anak muda/generasi muda papua untuk mengembangkan kemampuannya dibidang riset dan penelitian serta memplubikasikan hasil penelitiannya yang mana hal ini dibuktikan dengan 86 (delapan puluh enam) aplikasi proposal yang terdaftar dan kemudian terseleksi oleh para tim pakar (beberapa professor yang tergabung dalam tim panel) hingga menghasilkan 10 (sepuluh) ilmuwan muda papua yang mendapat kesempatan untuk mengikuti bootcamp (pendampingan/pembekalan ilmiah) dan juga pendanaan penelitian serta seminar/publikasi ilmiah.

Diharapkan melalui program IMP tersebut dapat menghasilkan karya penelitian dan rekomendasi hasil penelitian yang selanjutnya dapat digunakan oleh berbagai pihak sebagai basis dari perumusan kebijakan, advokasi kebijakan, strategi dan inovasi pengelolaan sumberdaya alam yang dapat mendorong keberhasilan komitmen pembangunan berkelanjutan di Papua Barat dan Tanah Papua secara keseluruhan.

Tujuan

  1. Program ini bertujuan untuk mengorganisir mahasiswa. akhir di Tanah Papua menjadi peneliti handal untuk melakukan kajian/riset/penelitian di bidang Ekologi, Sosial dan Ekonomi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua dengan subtema ekologi, ekonomi dan sosial serta mendukung penyelesaian penyusunan skripsi mahasiswa.
  2. Membentuk karakter generasi muda papua sebagai calon pemimpin papua dan peneliti handal di masa yang akan datang.
  3. Memperkaya data dan informasi kelitbangan Ekologi, Sosial, Ekonomi di Tanah Papua sebagai bahan pertimbangan perumusan kebijakan daerah.

Manfaat

  1. Inovasi ini diarahkan kepada mahasiswa/I semester akhir yang sedang melakukan penyusunan skripsi sehingga dengan sendirinya inovasi ini sangat membantu para mahasiswa tersebut baik secara pendanaan ataupun metodologi dan penulisan skripsi serta juga manfaat lainnya yang secara lansung ataupun tidak langsung dirasakn oleh Pihak Universitas dan Pemerintah Daerah.
  2. Hasil kajian dan riset/penelitian yang dihasilkan melalui inovasi ini dapat menjadi bahan masukan kepada Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kabupaten di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua untuk merumuskan kebijakan daerah ataupun Langkah – Langkah strategis lainnya yang dapat mengakomodir nilai kekayaan alam tersebut terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  3. Melalui Ilmuwan Muda Papua maka secara tidak langsung Provinsi Papua Barat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah telah berkontribusi dalam mencetak calon pemimpin papua berkarakter dan handal di masa yang akan datang.
  4. Melalui Ilmuwan Muda Papua maka secara tidak langsung pula Provinsi Papua Barat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah telah mempersiapkan calon peneliti papua yang berkontribusi terhadap perkembangan/kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional/internasional.

Hasil

Hasil dari inovasi IMP tahun 2020 adalah :

  1. Dilakukan ceremonial sosialisasi dan pembukaan, 8 juli 2020 secara online dengan Jumlah peserta sebanyak 179 orang.
  2. 17 juli 2020 penutupan pendaftaran dengan total aplikasi proposal yang masuk sebanyak 86 proposal penelitian dengan rincian 52 aplikasi tema ekologi, 24 tema social dan 10 tema ekonomi.
  3. Seleksi sebanyak 4 tahap sejak tanggal 20 Juli s.d 7 Agustus secara independent oleh Tim Pakar yaitu Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si selaku Kepala Balitbangda dan Prof. Jatna dari UI serta Prof. Rony Bawole dari Unipa dan Dr. henny Ohee dari Universitas Cenderawasih.
  4. 86 aplikasi proposal tersebut berasal dari 7 perguruan tinggi di Tanah Papua, yaitu Universitas Sains dan teknologi Jayapura, universitas Ottow Geisler, Universitas Musamus, Universitas Muhammadiyah Sorong, Universitas Cenderawasih, Universitas Papua terseleksi hingga 20 proposal yang terpilih untuk melakukan presentase proposal secara online pada tanggal 3 s.d 5 Agustus 2020 dan diumumkan 10 proposal terpilih pada tanggal 7 Agustus 2020.
  5. 10 aplikasi terpilih mendapat pendampingan ilmiah melalui Bootcamp di Hotel Mansinam Beach Manokwari 15 s.d 17 September 2020 dan dana penelitian sebesar Rp. 15.000.000,- per orang.
  6. 10 Proposal terpilih tersebut adalah :
  • Eka Juniawaty Priscila Waas (upaya mempertahankan kondisi lahan dengan penggunaan mulsa organi daun pandan tikar (Pandanus tectorius park ) yang diawetkan dengan kulit acacia mangium willd.).
  • Iyan Immanuel Homer, (kajian proses pengolahan sagu dengan mesin pengekstra pati sagu model pengaduk berulir yang dilengkapi unit pemarut).
  • Reni Tumanggor (buah merah (pandanus conoideus lamk) dan pemanfaatannya sebagai bahan pewarna alami makanan).
  • Yolanda Lahopang, (identifikasi pola dan skema pengembangan agroforestryberbasis wilayah adat menuju ketahanan pangan lokal masyarakat suku adat MOI Kelima Kabupaten Sorong).
  • Yan zakheus Numberi (asosiasi ikan pomacentridae dengan terumbu karang di perairan aisandami Kabupaten Teluk Wondama).
  • Alfian Gandegoai (kelimpahan dan distribusi Hiu berjalan (Hemiscyllium galei) di perairan Gunung Botak Kabupaten Manokwari Selatan dan Pulau Rumberpon Kabupaten Teluk Wondama).
  • Marchelia C Rumbiak (analisis limpasan banjir pada sub DAS Arui Kabupaten Manokwari).
  • Grasela Kambuh (kontribusi usaha ternak babi di Kabupaten Maybrat).
  • Cynthia Wayoi (diatom sebagai bioindicator kualitas air Sungai Pami, Amban, Manokwari).

14 s.d 18 Desember 2020 dilakukan seminar publik hasil penelitian dari 10 aplikasi hasil penelitian secara online.

 
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn